Create your own banner at mybannermaker.com!
mudi falah hidha - kertosono - office MTsN Juwet kab. nganjuk

Rabu, 27 Juli 2011

KTSP MTsN JUWET



KTSP
MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI JUWET




DEPAG WARNA







                                         


i
 
KEMENTERIAN AGAMA
MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI JUWET
KABUPATEN NGANJUK
TAHUN 2011

Kata Pengantar

          Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT dan bersholawat untuk Rosulullah Muhammad SAW, Tim Penyusun Kurikulum   Madrasah Tsanawiyah Negeri Juwet dapat menyelesaikan penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan untuk Madrasah kami. Kurikulum ini digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan pendidikan dalam menentukan berbagai kebijakan dan proses pembelajaran di MTsN Juwet agar terencana, terarah, dan tepat tujuan dalam mengantarkan peserta didik menjadi Unggul dalam Prestasi, Beriman, Bertaqwa, dan Berakhlaqul Karimah.
          Dalam penyusunan Kurikulum MTsN Juwet ini kami berupaya semaksimal mungkin untuk menyajikan konsep, perangkat, serta strategi yang ideal, akan tetapi karena keterbatasan yang ada maka penyusunan KTSP ini masih ada kekurangan dan kelemahannya.
Kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan dan bimbingan demi terselesaikannya KTSP ini, kami mengucapkan terimakasih. Dan semoga KTSP MTsN Juwet ini dapat memberikan manfaat dan kemudahan bagi kami selaku pendidik dan seluruh stakeholders MTsN juwet.
         


                                                                                                Juwet,           Juli 2011  
                                                                                                            Kepala Madrasah




                                                                                                            ZUBAIDI, M.Pd.I
                                                                                                            NIP. 195802111998021001











LEMBAR PENGESAHAN

Kurikulum Madrasah Tsanawiyah Negeri Juwet ini disahkan untuk diberlakukan mulai tahun pelajaran 2011/ 2012




Ditetapkan di  Juwet
          Tanggal          Juli 2011

          Menyetujui
          Ketua Komite Madrasah                                             Kepala Madrasah

          SUKAMTO                                                               ZUBAIDI, M.Pd.I
                                                                                              NIP. 195802111998021001




Mengetahui,
Kepala Seksi Mapenda Kementerian Agama
Provinsi Jawa Timur

..........................................................................
                                           NIP











DAFTAR ISI
Halaman Sampul  
Lembar Pengesahan                                                                      
Kata Pengantar
Daftar Isi                                                                                       

BAB I
PENDAHULUAN  
                                                                                          


A.   Latar Belakang                                                          
1

B.   Tujuan Pengembangan KTSP                                      
1

C.   Prinsip Pengembangan dan Acuan Operasional PenyusunanKTSP       
2
  



BAB II
TUJUAN   
3

A.   Tujuan Pendidikan                                                    
3

B.   Visi, Misi, dan Tujuan Madrasah                              
3
                    C.  Tujuan Madrasah

BAB III  STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM         5
A.   Mata Pelajaran                                                                        5
B.   Muatan Lokal                                                                          14
C.   Kegiatan Pengembangan Diri                                                 16
D.   Pengaturan Beban Belajar                                                       17
E.
Ketuntasan Belajar                                                      
18
F.
Kenaikan Kelas dan Kelulusan                                   
19
G.
Penjurusan                                                                   
20
H.
Pendidikan Kecakapan Hidup                                    
21
I.
Pendidikan Berbasis Kompetensi Karakteristik Lokal dan Global
21

BAB IV KALENDER PENDIDIKAN                                      22
A.   Alokasi Waktu                                                                         22
B.   Penetapan Kalender Pendidikan                                             23
BAB V  PENUTUP                                                                      27
Daftar Pustaka                                                                               28














iv

BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005  tentang  Standar  Nasional  Pendidikan  mengamanatkan  bahwa  Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) jenjang pendidikan dasar dan menengah disusun oleh  satuan  pendidikan  dengan  mengacu  kepada  Standar  Isi  (SI)  dan  Standar Kompetensi  Lulusan  (SKL)  serta  berpedoman  pada  panduan  yang  disusun  oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) dan Kementerian Agama.
Pengembangan  Kurikulum MTsN Juwet  yang  mengacu  kepada standar  nasional  pendidikan  dimaksudkan  untuk  menjamin  pencapaian  tujuan pendidikan nasional. Standar nasional pendidikan terdiri atas standar isi, standar proses,  standar  kompetensi  lulusan,  standar  pendidik  dan  tenaga  kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian pendidikan. Dari kedelapan standar nasional pendidikan tersebut, dua di antaranya  yaitu Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Kelulusan (SKL) merupakan acuan utama bagi satuan pendidikan dalam mengembangkan kurikulum.

B.   Tujuan Pengembangan KTSP
Tujuan Pengembangan Kurikulum Madrasah ini untuk memberikan acuan kepada kepala madrasah, guru, dan tenaga kependidikan lainnya yang ada di MTsN Juwet  dalam mengembangkan program-program yang dilaksanakan madrasah ini.
Selain itu, KTSP disusun agar dapat memberi kesempatan peserta didik untuk :
(a)     belajar untuk beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,
(b)     belajar untuk memahami dan menghayati,
(c)     belajar untuk mampu melaksanakan dan berbuat secara efektif,






(d)     belajar untuk hidup bersama dan berguna untuk orang lain, dan
(e)           belajar untuk membangun dan menemukan jati diri melalui proses belajar yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan.

           Hal yang tak kalah penting, melalui KTSP ini, madrasah dapat melaksanakan program pendidikannya sesuai dengan  karakteristik,  potensi,  dan  kebutuhan  peserta  didik.  Untuk  itu,  dalam pengembangannya, penyusunan KTSP melibatkan seluruh warga madrasah dengan berkoordinasi kepada pemangku kepentingan di lingkungan sekitar Madrasah Tsanawiyah Negeri Juwet ini.

C. Prinsip dan Acuan Operasional Pengembangan KTSP
    Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan untuk Madrasah Tsanawiyah Negeri Juwet  ini dikembangkan oleh madrasah dan komite madrasah dengan mengacu pada Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan serta berpedoman pada panduan penyusunan kurikulum yang dibuat oleh BSNP dan Direktorat Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Republik Indonesia. Kurikulum ini dikembangkan berdasarkan prinsip-prinsip sebagai berikut.
      1.   Peserta didik memiliki posisi sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar    menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak    mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis                serta bertanggung jawab. Untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut, pengembangan     kompetensi peserta didik disesuaikan dengan potensi, perkembangan, kebutuhan, dan              kepentingan peserta didik serta tuntutan lingkungan.
      2.    Beragam  dan  terpadu.  Kurikulum  dikembangkan  dengan  memerhatikan keragaman         karakteristik peserta didik, kondisi daerah, dan jenjang serta jenis pendidikan, tanpa         membedakan agama, suku, budaya, dan adat istiadat, serta status  sosial  ekonomi  dan         gender.  Kurikulum  meliputi  substansi  komponen muatan wajib kurikulum, muatan              lokal, dan pengembangan diri secara terpadu, serta disusun dalam keterkaitan dan     kesinambungan yang bermakna dan tepat antarsubstansi.
      3.   Ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni berkembang secara dinamis. Oleh karena itu,      semangat dan isi kurikulum mendorong peserta didik untuk mengikuti dan




                memanfaatkan secara tepat perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan budaya.
      4.    Relevan dengan kebutuhan kehidupan. Pengembangan kurikulum dilakukan dengan               melibatkan  pemangku  kepentingan  (stake  holder)  untuk  menjamin relevansi          pendidikan  dengan  kebutuhan  kehidupan,  termasuk  di  dalamnya kehidupan  
                               kemasyarakatan,  dunia  usaha,  dan  dunia  kerja.  Oleh  karena  itu, pengembangan            keterampilan  pribadi,  berpikir,  sosial,  akademik,  dan keterampilan vokasional           merupakan keniscayaan.
      5.   Menyeluruh  dan  berkesinambungan.  Substansi  kurikulum  mencakup       keseluruhan         dimensi kompetensi, bidang kajian keilmuan dan mata pelajaran yang     direncanakan dan disajikan secara kesinambungan antarsemua jenjang pendidikan.
      6.   Belajar  sepanjang  hayat.  Kurikulum  diarahkan  pada  proses  pengembangan,             pembudayaan, dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat.
      7.    Seimbang  antara  kepentingan  nasional  dan  kepentingan  daerah.  Kurikulum daerah            untuk membangun kehidupan masyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Selain itu, pengembangan KTSP MTsN Juwet ini secara operasional mengacu pada         hal-hal sebagai  berikut :
       1.       Peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia
          Keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia menjadi dasar pembentukan kepribadian       peserta didik secara utuh. Kurikulum ini  disusun  memungkinkan semua mata     pelajaran dapat menunjang peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia.
       2.       Peningkatan potensi, kecerdasan, dan minat sesuai dengan tingkat perkembangan dan           kemampuan peserta didik Pendidikan merupakan proses sistematik untuk   meningkatkan martabat manusia secara holistik yang memungkinkan potensi diri             (afektif, kognitif, psikomotor) berkembang secara optimal. Sejalan dengan itu,          kurikulum ini disusun dengan memerhatikan potensi, tingkat perkembangan, minat,         kecerdasan intelektual, emosional, sosial, spiritual, dan kinestetik peserta didik.
3.       Keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan MTsN Juwet  memiliki           potensi, kebutuhan, tantangan, dan keragaman karakteristik lingkungan. Lokasi atau




          lingkungan MTsN Juwet  memerlukan pendidikan sesuai dengan karakteristik daerah           tersebut dan pengalaman hidup sehari-hari. Oleh karena itu, kurikulum ini  memuat           keragaman untuk menghasilkan lulusan yang relevan dengan kebutuhan pengembangan     daerah. 
4.       Tuntutan pembangunan daerah dan nasional
          Dalam era otonomi dan desentralisasi untuk mewujudkan pendidikan yang otonom dan           demokratis perlu memperhatikan keragaman dan mendorong partisipasi masyarakat           dengan tetap mengedepankan wawasan nasional. Untuk itu, kedua hal tersebut    ditampung dalam kurikulum ini secara berimbang dan saling mengisi.
5.       Tuntutan dunia kerja
          Kegiatan pembelajaran harus dapat mendukung tumbuh kembangnya pribadi peserta         didik yang berjiwa kewirausahaan dan mempunyai kecakapan hidup. Oleh sebab itu,    kurikulum madrasah ini  memuat kecakapan hidup untuk membekali peserta didik         memasuki dunia kerja jika nantinya tidak memiliki kesempatan untuk melanjutkan        pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi ( SMA/ SMK/ MA ).
6.       Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni
          Pendidikan perlu mengantisipasi dampak global yang membawa masyarakat berbasis           pengetahuan di mana IPTEKS sangat berperan sebagai penggerak utama perubahan.           Pendidikan harus terus menerus melakukan adaptasi dan penyesuaian perkembangan           IPTEKS sehingga tetap relevan dan kontekstual dengan perubahan. Oleh karena itu,           kurikulum  ini dikembangkan secara berkala dan berkesinambungan sejalan dengan           perkembangan Ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. 
7.       Agama
          Kurikulum harus dikembangkan untuk mendukung peningkatan iman dan taqwa serta       akhlak mulia dengan tetap memelihara toleransi dan kerukunan umat beragama. Oleh      karena itu, muatan kurikulum semua mata pelajaran yang ada di madrasah ini  ikut     mendukung peningkatan iman, taqwa, dan akhlak mulia.
8.       Dinamika perkembangan global
          Pendidikan di madrasah ini menciptakan kemandirian, baik pada individu maupun           bangsa. Pergaulan antarbangsa yang semakin dekat memerlukan individu yang mandiri



          dan mampu bersaing serta mempunyai kemampuan untuk hidup berdampingan dengan      suku dan bangsa lain.
9.       Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan
          Pendidikan di madrasah ini diarahkan untuk membangun karakter dan wawasan    kebangsaan peserta didik yang menjadi landasan penting bagi upaya memelihara
          persatuan dan kesatuan bangsa dalam kerangka NKRI. Oleh karena itu, KTSP MTsN        Juwet ini harus mendorong berkembangnya wawasan dan sikap kebangsaan serta           persatuan nasional untuk memperkuat keutuhan bangsa dalam  wilayah NKRI.
10.     Kondisi sosial budaya masyarakat setempat
          Kurikulum ini dikembangkan dengan memerhatikan karakteristik sosial budaya      masyarakat di desa Juwet dan sekitarnya dan menunjang kelestarian keragaman budaya. Penghayatan dan apresiasi pada budaya lokal  harus terlebih dahulu     ditumbuhkan sebelum mempelajari budaya dari daerah dan bangsa lain.
       11.     Kesetaraan Gender
          Kurikulum ini diarahkan kepada terciptanya pendidikan yang berkeadilan dan           memperhatikan kesetaraan Gender.
       12.     Karakteristik satuan pendidikan
          Kurikulum ini dikembangkan sesuai dengan visi, misi, tujuan, kondisi, dan ciri khas           satuan pendidikan.  






BAB II
TUJUAN
A.      Tujuan Pendidikan
    Tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan dasar dan menengah dirumuskan mengacu   pada  tujuan  umum  pendidikan yaitu untuk meningkatkan  kecerdasan,          pengetahuan,  kepribadian,  akhlak  mulia,  serta keterampilan untuk hidup mandiri   dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.

B.        Visi, Misi, dan Tujuan Madrasah
          1.    Visi Madrasah
             Visi madrasah ini adalah Unggul dalam Prestasi, Beriman, Bertaqwa serta Berakhlaqul           Karimah.
          2.    Misi Madrasah
          Untuk mewujudkan visi, madrasah ini memiliki misi, sebagai berikut.
a)                  Melaksanakan pembelajaran yang efektif, aktif dan efisien;
b)                  Mewujudkan prestasi akademik;
c)                  Mewujudkan anak-anak yang kreatif dalam pembelajaran;
d)                 Menumbuhkan kesadaran dan terampil beribadah.

C.    Tujuan Madrasah
    Berdasarkan visi dan misi madrasah, tujuan yang hendak dicapai adalah sebagai     berikut.
1.                  Meningkatkan jumlah sarana dan prasarana serta pemberdayaannya yang   
            mendukung peningkatan prestasi akademik.
2.                  Peningkatan peserta didik yang mengusai Bahasa Arab dan Bahasa Inggris                       secara aktif.
3.                  Mewujudkan madrasah sebagai lembaga pendidikan yang diperhitungkan oleh                 masyarakat khususnya Kabupaten Nganjuk dan Jawa Timur umumnya.
4.                  Mewujudkan madrasah sebagai madrasah rujukan.






























BAB III
STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM

A.     Mata Pelajaran
    Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Pasal  6         Ayat  (1)  menyatakan  bahwa  kurikulum  untuk  jenis  pendidikan  umum, kejuruan,           dan khusus pada pendidikan dasar dan menengah terdiri atas
          1.    kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia;
          2.    kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian;
          3.    kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi;
          4.    kelompok mata pelajaran estetika;
          5.    kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga, dan kesehatan.

          Cakupan setiap kelompok mata pelajaran disajikan pada tabel berikut ini.
Tabel 1
Cakupan Kelompok Mata Pelajaran
Kelompok mata pelajaran

Cakupan

Agama dan Akhlak
Mulia
Kelompok  mata  pelajaran  agama  dan  akhlak    mulia dimaksudkan untuk membentuk peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia. Akhlak mulia mencakup etika, budi pekerti, atau moral sebagai perwujudan dari pendidikan agama.
Kewarganegaraan dan Kepribadian
Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian dimaksudkan  untuk  peningkatan  kesadaran  dan  wawasan peserta  didik  akan  status,  hak,  dan  kewajibannya  dalam kehidupan  bermasyarakat,  berbangsa,  dan  bernegara,  serta peningkatan kualitas dirinya sebagai manusia.
Kesadaran dan wawasan termasuk wawasan kebangsaan, jiwa dan patriotisme bela negara, penghargaan terhadap hak-hak asasi manusia, kemajemukan bangsa, pelestarian lingkungan hidup, kesetaraan gender, demokrasi, tanggung jawab sosial, ketaatan pada hukum, ketaatan membayar pajak, dan sikap serta perilaku antikorupsi, kolusi, dan nepotisme.
Ilmu  Pengetahuan dan Teknologi
Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi pada MTsN Juwet ini dimaksudkan untuk menerapkan ilmu pengetahuan dan  teknologi,  membentuk  kompetensi,  kecakapan,  dan kemandirian kerja.
Estetika
Kelompok  mata  pelajaran  estetika  dimaksudkan  untuk meningkatkan sensitivitas, kemampuan mengekspresikan, dan kemampuan mengapresiasikan keindahan serta harmoni. Kemampuan mengapresiasi dan mengekspresikan keindahan serta harmoni mencakup apresiasi dan ekspresi, baik dalam kehidupan  individual  sehingga  mampu  menikmati  dan mensyukuri
hidup, maupun dalam kehidupan kemasyarakatan sehingga mampu menciptakan kebersamaan yang harmonis.
Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan
Kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga, dan kesehatan pada madrasah ini dimaksudkan untuk meningkatkan potensi fisik serta membudayakan sikap sportif, disiplin, kerja sama, dan hidup sehat.
Budaya hidup sehat termasuk kesadaran, sikap, dan perilaku hidup sehat yang bersifat individual ataupun yang bersifat kolektif kemasyarakatan  seperti  keterbatasan  dari  perilaku  seksual bebas,  kecanduan  narkoba,  HIV/AIDS,  demam  berdarah, muntaber, dan penyakit lain yang potensial untuk mewabah






















Struktur Mata Pelajaran dan Alokasi Waktu

    Struktur  Kurikulum  MTsN Juwet meliputi  substansi  pembelajaran  yang ditempuh dalam satu jenjang pendidikan selama tiga tahun mulai kelas VII sampai dengan kelas IX. Struktur kurikulum disusun berdasarkan standar kompetensi lulusan dan standar kompetensi mata pelajaran. Kelas VII, VIII, dan IX memiliki bobot pelajaran yang sama baik dalam jumlah jam tatap muka ataupun jumlah mata pelajaran beserta muatan lokalnya. Muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas madrasah sehingga diharapkan dapat meningkatkan pencapaian kompetensi yang materinya tidak dapat dikelompokkan ke dalam mata pelajaran lainnya. Substansi muatan lokal ditentukan oleh satuan pendidikan dengan membuat kurikulum, silabus, dan penilaian tersendiri.
Tabel 1
Struktur Kurikulum MTsN Juwet
KOMPONEN
KELAS DAN ALOKASI WAKTU
ALOKASI WAKTU

  1. Mata Pelajaran
Kelas VII
Kelas VIII
Kelas IX
     1. Pendidikan Agama



         a. Al-Qur’an Hadits
2
2
2
         b. Sejarah Kebudayaan Islam
2
2
2
         c. Aqidah Aklhak
2
2
2
         d. Fiqih
2
2
2
     2. Pendidikan Kewarganegaraan
2
2
2
     3. Bahasa Indonesia
4
4
4
     4. Bahasa Inggris
5
5
5
     5. Matematika
5
5
5
     6. lmu Pengetahuan Alam
5
5
5
     7. lmu Pengetahuan Sosial
5
5
5
     8. Bahasa Arab
3
3
3
     9. Seni Budaya/ keterampilan
2
2
2
    10. Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan
2
2
2
    11. Ketrampilan/Teknologi Informasi dan
         Komunikasi
1
1
1
B. Muatan Lokal



     1. Bahasa Daerah ( Jawa )
2
2
2




C. Pengembangan Diri
2
2
2
Jumlah :
46
46
46

                      Kegiatan pengembangan diri bukan merupakan mata pelajaran yang harus          diasuh dan    dibimbing oleh guru. Kegiatan pengembangan diri bertujuan            memberikan kesempatan           kepada peserta  didik  untuk  mengembangkan  dan   mengekspresikan  diri  sesuai   dengan kebutuhan, bakat, dan minat setiap peserta    didik sesuai dengan kondisi madrasah.               Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan atau     dibimbing oleh konselor, guru, atau tenaga kependidikan yang dapat dilakukan dalam                 bentuk kegiatan ekstrakurikuler. Jam   pembelajaran untuk setiap mata pelajaran              dialokasikan sebagaimana tertera dalam struktur           kurikulum. Alokasi waktu satu jam           pembelajaran adalah 40 menit. Minggu efektif dalam            satu tahun pelajaran (dua semester)       adalah 38 minggu.

B.       Muatan Lokal
                Muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi       yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah, termasuk keunggulan daerah.     Substansi muatan lokal ditentukan  oleh  madrasah sendiri. Muatan  lokal  merupakan               mata  pelajaran, sehingga madrasah harus mengembangkan standar kompetensi dan    kompetensi dasar untuk setiap jenis muatan lokal yang diselenggarakan. Madrasah      dapat menyelenggarakan satu mata pelajaran muatan lokal setiap semester, atau dua      mata pelajaran muatan lokal dalam satu tahun.
                Letak geografis MTsN Juwet berada di desa paling ujung timur untuk wilayah           kabupaten Nganjuk Muatan lokal yang menjadi ciri khas daerah Provinsi Jawa Timur      dan ditetapkan di madrasah kami adalah Bahasa daerah. Program muatan lokal      disusun bekerja sama antara madrasah dengan guru mata pelajarannya.
C.     Kegiatan Pengembangan Diri
                Pengembangan diri diarahkan untuk pengembangan karakter peserta didik yang           ditujukan untuk mengatasi persoalan dirinya, persoalan masyarakat di lingkungan sekitarnya, dan persoalan kebangsaan.
          Madrasah memfasilitasi kegiatan pengembangan diri seperti berikut ini.
1.              Kegiatan pengembangan diri yang dilaksanakan sebagian besar di dalam kelas (intrakurikuler) dengan alokasi waktu 2 jam tatap muka, yaitu ;




                           a.         Bimbingan konseling, mencakup hal-hal yang berkenaan dengan                                        pribadi, kemasyarakatan, belajar, dan karier peserta didik. Bimbingan                   konseling diasuh oleh guru yang ditugaskan.
                      b.         Kegiatan pengembangan diri yang dilaksanakan sebagian besar di luar                                           kelas    (ekstrakurikuler), diasuh oleh guru Pembina, diantaranya ;
                                             Olahraga ( bola voli, sepak bola, tenis meja, bulutangkis, dan                                             catur )
                                             Pramuka;
                                             Palang Merah Remaja (PMR);
·                     Paduan Suara, band music
·                     Marchinband/ drum band
·                     Sablon.

2.              Program  pembiasan  mencakup  kegiatan  yang  bersifat  pembinaan  karakter              peserta didik yang dilakukan secara rutin, spontan, dan keteladanan.
Tabel
Program Pembiasan untuk Peserta Didik
Rutin
Spontan
Keteladanan
upacara
membiasakan disiplin
berpakaian rapi
Jum’at bersih
memberi salam
memberikan pujian
hafalan
membuang sampah pada tempatnya
tepat waktu
infaq
musyawarah
hidup sederhana
Mengaji pagi

Hidup bersih









                      Pembiasaan ini dilaksanakan sepanjang waktu belajar di MTsN Juwet. Seluruh       guru           ditugaskan untuk membina program pembiasaan yang telah ditetapkan oleh madrasah.           Adapun penilaian kegiatan pengembangan diri bersifat kualitatif.        Potensi, ekspresi,           perilaku, dan kondisi psikologi peserta didik merupakan           portofolio yang digunakan      untuk penilaian.




D.       Pengaturan Beban Belajar
                Penugasan struktur adalah kegiatan pembelajaran yang berupa pendalaman materi           pembelajaran oleh peserta didik yang dirancang oleh pendidik untuk mencapai standar           kompetensi. Waktu penyelesaian penugasan struktur ditentukan oleh pendidik. Adapun           kegiatan  mandiri  tidak  terstruktur  adalah  kegiatan  pembelajaran  yang  berupa    pendalaman materi pembelajaran oleh peserta didik yang dirancang oleh pendidik        untuk  mencapai  standar  kompetensi. Waktu  penyelesaiannya  diatur  sendiri  oleh   peserta didik.
                Pemanfaatan alokasi waktu untuk penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri        tidak           terstruktur tersebut mempertimbangkan potensi dan kebutuhan peserta didik          dalam         mencapai kompetensi.
                Adapun alokasi waktu untuk praktik, yaitu dua jam kegiatan praktik di     madrasah setara dengan satu jam tatap muka. Empat jam       praktik di      luar    madrasah setara dengan satu jam tatap muka.
                       Kegiatan tatap muka adalah kegiatan pembelajaran yang berupa proses   interaksi         antara peserta didik dengan pendidik. Beban belajar kegiatan tatap         muka per jam         pembelajaran pada masing- masing satuan pendidikan di MTsN Juwet    ditetapkan       berlangsung selama 40 menit. Kegiatan belajar tatap muka per minggu    pada setiap satuan pendidikan adalah sebagai berikut.
    Jumlah jam pembelajaran tatap muka per minggu untuk MTsN Juwet adalah         45        jam pembelajaran.
                waktu untuk penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur  bagi      peserta              didik pada Madrasah ini maksimum 60% dari jumlah waktu kegiatan tatap muka     dari      mata pelajaran yang bersangkutan
    Beban belajar kegiatan tatap muka keseluruhan untuk setiap satuan pendidikan adalah           sebagaimana tertera pada Tabel.








Tabel
Beban Belajar Kegiatan Tatap Muka Keseluruhan untuk Setiap Satuan Pendidikan



Satuan
Pendidikan


Kelas

Satuan Jam Pembelajaran Tatap Muka
(Menit)

Jumlah Jam Pembelajaran per Minggu
Minggu Efektif per Tahun Ajaran

Waktu Pembelajaran
 per Tahun

Jumlah Jam per Tahun
(@ menit)

MTsN
Juwet

VII, VIII,
 IX

40

45

38

1520 jam   pembelajaran
60800 menit)

1013,3



E.      Ketuntasan Belajar
                Ketuntasan belajar setiap indikator yang telah ditetapkan dalam suatu kompetensi    dasar               berkisar  antara  0–100%.  Kriteria  ideal  ketuntasan  untuk  masing-masing             indikator 75%. Satuan pendidikan harus menentukan kriteria ketuntasan minimal          dengan mempertimbangkan tingkat kemampuan rata-rata peserta didik, kompleksitas     kompetensi,         serta  kemampuan  sumber  daya  pendukung  dalam             penyelenggaraan         pembelajaran.
                Satuan  pendidikan  diharapkan  meningkatkan  kriteria  ketuntasan belajar secara terus-menerus untuk mencapai kriteria ketuntasan        ideal. Pelaporan           hasil      belajar  (raport)  peserta  didik  diserahkan  pada  satuan          pendidikan dengan     memerhatikan rambu-rambu yang disusun oleh dirketorat teknis          terkait.
                Ketuntasan  belajar  tiap  mata  pelajaran  ditentukan  berdasarkan  Imtak  siswa,           kompleksitas, dan daya dukung. Berdasarkan  ketentuan  dari  Mapenda Propinsi Jawa               Timur  dan memerhatikan   kemampuan peserta didik dari hasil tes awal, madrasah     menetapkan ketuntasan belajar pada masing-masing mata pelajaran sebagai       berikut :




Tabel
Target Ketuntasan Belajar Peserta Didik

Mata Pelajaran
2011/ 2012
     1. Pendidikan Agama

         a. Al-Qur’an Hadits

         b. Sejarah Kebudayaan Islam

         c. Aqidah Aklhak

         d. Fiqih

     2. Pendidikan Kewarganegaraan

     3. Bahasa Indonesia

     4. Bahasa Inggris

     5. Matematika

     6. lmu Pengetahuan Alam

     7. lmu Pengetahuan Sosial

     8. Bahasa Arab

     9. Seni Budaya/ keterampilan

    10. Pendidikan Jasmani, Olahraga dan    
          Kesehatan

    11. Ketrampilan/Teknologi Informasi dan
         Komunikasi

B. Muatan Lokal

     1. Bahasa Daerah ( Jawa )


    Madrasah menargetkan agar angka ketuntasan belajar tersebut makin meningkat setiap              tahunnya. Oleh karena itu, setiap warga madrasah diharapkan untuk lebih bekerja keras        lagi agar mutu pendidikan madrasah dapat meningkat dari tahun ke tahun.

F.      Kenaikan Kelas dan Kelulusan
                Kenaikan kelas dilaksanakan pada akhir tahun pelajaran. Kriteria kenaikan kelas diatur           oleh masing-masing direktorat teknis terkait. Sebelum ada aturan yang        baru mengenai kenaikan kelas dan kelulusan, masih berdasarkan pada ketentuan PP        19/2005 Pasal 72 Ayat (1), peserta didik dinyatakan lulus dari  satuan pendidikan       pada    pendidikan dasar dan menengah setelah :




1.        menyelesaikan seluruh program pembelajaran;
               2.    memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran.
               3.    lulus ujian madrasah  tulis dan praktik
          4.    lulus ujian nasional.
    Ketentuan mengenai penilaian akhir dan ujian madrasah diatur lebih lanjut dengan           peraturan menteri berdasarkan usulan BSNP.

    Kenaikan  kelas  dan  kelulusan  diatur  oleh  madrasah  dengan  mengacu  kepada     ketentuan-ketentuan yang ditetapkan oleh dinas pendidikan.
               1.         Kenaikan kelas dilaksanakan pada setiap akhir tahun pelajaran atau pada akhir                 semester II.
               2.           Ketentuan kenaikan kelas didasarkan pada hasil penilaian yang dilakukan pada                  semester I dan II.
          3.         Peserta didik dinyatakan NAIK KELAS  apabila yang bersangkutan memiliki
                           a.         mata pelajaran yang tidak mencapai ketuntasan belajar minimal                                          (SKBM), maksimum tiga mata pelajaran;
                      b.           kehadiran minimal 90%.

    Peserta  didik  dinyatakan  LULUS  MADRASAH  apabila  yang  bersangkutan     memenuhi ketentuan yang ditentukan sebagai berikut.
          1.    memiliki rapor kelas VII, VIII, dan IX.
          2.    mengikuti ujian praktik dan teori madrasah.
          3.    memiliki nilai minimal  untuk setiap mata pelajaran;
          4.    nilai rata-rata Ujian Nasional minimal ……………..

H.      Pendidikan Kecakapan Hidup
                Kurikulum untuk SD/MI/SDLB, SMP/MTs/SMPLB, MADRASAH INI/SMALB,              SMK/ MAK dapat memasukan pendidikan kecakapan hidup, yang mencakup       kecakapan pribadi, kecakapan akademik, dan atau kecakapan vokasional. Pendidikan                 kecakapan hidup dapat merupakan bagian integral dari pendidikan semua mata




    pelajaran dan atau berupa paket/modul yang direncanakan secara khusus.    Pendidikan           kecakapan hidup dapat diperoleh peserta didik dari satuan pendidikan yang           bersangkutan dan atau dari satuan pendidikan formal lain dan atau nonformal.

I.             Pendidikan Berbasis Kompetensi Karakteristik Lokal dan Global
                       Pendidikan  berbasis  keunggulan  lokal  dan  global  adalah  pendidikan  yang           memanfaatkan  keunggulan  lokal  dan  kebutuhan  daya  saing  global  dalam  aspek ekonomi, budaya, bahasa, teknologi infromasi dan komunikasi, ekologi, dan lain-lain,         yang semuanya bermanfaat bagi pengembangan kompetensi peserta didik.
                Kurikulum  untuk  semua  tingkat  satuan  pendidikan  dapat  memasukkan pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global. Pendidikan berbasis keunggulan lokal         dan global dapat merupakan bagian dari semua mata pelajaran dan juga dapat menjadi        mata pelajaran muatan lokal. Pendidikan berbasis keunggulan lokal dapat diperoleh          peserta didik dari satuan pendidikan formal lain dan atau satuan pendidikan norformal.
























BAB IV
KALENDER PENDIDIKAN

                Kurikulum satuan pendidikan pada setiap jenis dan jenjang diselenggarakan         dengan  mengikuti kalender pendidikan pada setiap tahun pelajaran. Kalender            pendidikan      adalah pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta didik     selama satu      tahun pelajaran yang mencakup permulaan tahun pelajaran, minggu      efektif           belajar, waktu pembelajaran efektif, dan hari libur.

A.     Alokasi Waktu
                Minggu efektif belajar adalah jumlah minggu kegiatan pembelajaran untuk setiap     tahun pelajaran. Madrasah dapat mengalokasikan lamanya minggu efektif belajar sesuai            dengan keadaan dan kebutuhannya.
                     Waktu pembelajaran efektif adalah jumlah jam pembelajaran setiap minggu,           meliputi jumlah jam pembelajaran untuk seluruh mata pelajaran termasuk muatan    lokal, ditambah jumlah jam untuk kegiatan pengembangan diri. Permulaan tahun               pelajaran adalah waktu dimulainya kegiatan pembelajaran pada awal tahun pelajaran           pada setiap satuan pendidikan.
                             Waktu  libur  adalah  waktu  yang  ditetapkan  untuk  tidak  diadakan  kegiatan           pembelajaran terjadwal pada satuan pendidikan yang dimaksud. Waktu libur dapat           berbentuk jeda tengah semester, jeda antarsemester, libur akhir tahun pelajaran, hari         libur keagamaan, hari libur umum termasuk hari-hari besar nasional, dan hari libur        khusus.
                     Waktu  libur  adalah  waktu  yang  ditetapkan  untuk  tidak  diadakan  kegiatan           pembelajaran  terjadwal.  Hari  libur  madrasah ditetapkan  berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional, dan/atau Menteri Agama dalam hal yang terkait dengan        hari raya keagamaan, kepala daerah tingkat kabupaten/kota, dan atau organisasi   penyelenggara pendidikan dapat menempatkan hari libur khusus.
                Madrasah  pada daerah tertentu yang memerlukan libur keagamaan lebih panjang    dapat mengatur hari libur keagamaan sendiri tanpa mengurangi jumlah minggu efektif belajar dan waktu pembelajaran efektif. Bagi madrasah yang memerlukan  kegiatan       khusus  dapat  mengalokasikan  waktu  secara  khusus  tanpa mengurangi jumlah minggu     efektif belajar dan waktu pembelajaran efektif.


    Hari libur umum/nasional atau penetapan hari serentak untuk setiap jenjang dan  jenis               pendidikan  disesuaikan  dengan  peraturan  pemerintah  pusat/provinsi/       kabupaten/kota.




Tabel
Alokasi Waktu pada Kalender Pendidikan


No.

Kegiatan
Alokasi Waktu

Keterangan

1.

Minggu efektif belajar

38 minggu

Digunakan  untuk  kegiatan  pembelajaran  efektif  pada  setiap  satuan pendidikan.
2.
Jeda tengah semester
Maksimum 2 minggu
Satu minggu setiap semester.

3.

Jeda antarsemester

Maksimum 2 minggu

Antara semester I dan II.
4.
Libur akhir tahun pelajaran
Maksimum 3 minggu
Digunakan untuk penyiapan kegiatan dan administrasi akhir dan awal tahun pelajaran.

5.

Hari libur keagamaan

2–4 minggu

Daerah  khusus  yang  memerlukan libur keagamaan lebih panjang dapat mengaturnya  sendiri  tanpa  mengurangi  jumlah  minggu  efektif  belajar dan waktu pembelajaran efektif.
6.
Hari libur umum/
nasional
Maksimum 2 minggu
Disesuaikan dengan  peraturan pemerintah.
7.
Kegiatan khusus madrasah
Maksimum 3 minggu
Digunakan  untuk  kegiatan  yang diprogramkan  secara  khusus  oleh madrasah  tanpa mengurangi jumlah  minggu  efektif  belajar  dan waktu pembelajaran efektif.






          B.   Penetapan Kalender Pendidikan
               1.           Permulaan tahun pelajaran adalah bulan Juli setiap tahun dan berakhir                       pada bulan Juni tahun berikutnya.
          2.           Hari  libur  madrasah  ditetapkan  berdasarkan  Keputusan  Menteri  Pendidikan                Nasional, dan/atau Menteri Agama dalam hal yang terkait dengan hari raya                  keagamaan,  kepala  daerah  tingkat  kabupaten/kota,  dan  atau  organisasi               penyelenggara pendidikan dapat menetapkan hari libur khusus.
               3.    Pemerintah pusat/provinsi/kabupaten/kota dapat menetapkan hari libur serentak                      untuk satuan-satuan pendidikan.
               4.           Kalender pendidikan untuk setiap satuan pendidikan disusun oleh masing-masing              satuan  pendidikan  berdasarkan  alokasi  waktu  sebagaimana  tersebut  pada                     dokumen  standar  isi  ini  dengan  memerhatikan  ketentuan  dari  pemerintah/                   pemerintah daerah.
               5.           Hari belajar efektif adalah hari belajar yang betul-betul digunakan untuk kegiatan               pembelajaran, sesuai dengan tuntutan kurikulum.
               6.           Jumlah  hari  belajar  efektif  dalam  1  tahun  pelajaran  250  hari  belajar  yang                   digunakan untuk kegiatan pembelajaran, sesuai dengan kurikulum tahun pelajaran                2011/ 2012.
               7.     Jam belajar efektif adalah jam belajar yang betul-betul digunakan untuk proses                     pembelajaran  sesuai  tuntutan  kurikulum.  Jumlah  jam  belajar  efektif  setiap                   minggu untuk kelas VII, VIII, dan IX masing-masing 44 jam pelajaran, dengan               alokasi waktu 40 menit per jam pelajaran. Jumlah jam belajar efektif selama                   satu tahun untuk kelas VII, VIII, dan IX  masing-masing 1.520 menit/ 38 jam                  pelajaran..
          Sesuai acuan penetapan kalender pendidikan, yaitu :
          1.    Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Nasional Provinsi Jawa Timur.
          2.    Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Nganjuk / kementerian                  Agama kab. Nganjuk.
          3.    Program kegiatan MTsN Juwet.





          Maka kalender pendidikan MTsN Juwet  diatur sebagai berikut.
                      Perhitungan Hari Belajar Madrasah Efektif, Penyerahan Buku Laporan Penilaian           perkembangan/ Buku Laporan Penilaian Hasil Belajar (Raport), Hari Libur Madrasah,        Hari Libur Bulan Ramadhan/ Hari Raya Idul fitri, Peringatan Hari Besar Nasional, dan           Perkiraan Hari Libur Umum, Tahun Pelajaran 2011/ 2012

semester


Bulan/Tahun
Hari Sekolah
Penyerahan Rapor
Hari Libur

Smt.

Minggu
Ramadan
Hari Raya



I

Juli 2011
Agustus 2011
September 2011
Oktober 2011
November 2011
Desember 2011

18
-
19
26
26
21






Jumlah
110











semester
Se- mes- ter


Bulan/Tahun

Hari
Sekolah

Penyerahan Rapor
Hari Libur

Smt.

Minggu
Ramadan
Hari Raya




2
Januari 2012
Februari 2021
Maret 2012
April 2012
Mei 2012
Juni 2012
Juli 2012







Jumlah






Jumlah dalam 1 tahun pelajaran
2011/ 2012





























































            Hari pertama masuk madrasah, kegiatan tengah semester, ulangan umum, ujian akhir          madrasah/ nasional, penyerahan raport, upacara hari nasional, libur madrasah, libur umum,     libur bulan ramadhan dan idul fitri.
No.
Waktu
Kegiatan

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.

16.
17.
18.
19.
20.
21.
22
23
24
25
26.
27

Tanggal 11 – 16 Juli 2011
Tanggal 18 – 23 Juli 2011
Tanggal 1 – 3 agustus 2011
Tanggal 4 – 23 agustus 2011
Tanggal 17 agustus 2011
Tanggal 24 – 29 agustus 2011
Tanggal 30 – 31 agustus 2011
Tanggal 1 – 7 september 2011
Tanggal 24 - 29 oktober 2011
Tanggal 6 nopember 2011
Tanggal 27 Nopember 2011
Tanggal 5 – 14 Desember 2011
Tanggal 25 desember 2011
Tanggal 26 des – 7 januari 2012
Tanggal 1 januari 2012
Tanggal 9  januari 2012
Tanggal 23 januari 2012
Tanggal 5 pebruari 2012
Tanggal 23 maret 2012
Tanggal 26 – 31 maret 2012
Tanggal 6 april 2012
Tanggal 1 – 5 mei 2012
Tanggal 6 mei 2012
Tanggal 17 mei 2012
Tanggal 11- 18  Juni 2012
Tanggal 25 juni – 14 juli 2012


MOS kelas VII dan PBB kelas VIII. IX
Hari-hari pertama masuk madrasah
Libur permulaan puasa
Hari belajar efektif fakultatif
Mengikuti upacara HUT RI
Libur sekitar hari raya
Libur hari raya Idul Fitri
Libur sekitar hari raya
Ulangan tengah semester kelas VII,VIII,IX
Hari raya idul Adha
Tahun baru Hijriyah 1431 H
Ulangan semester ganjil
Hari raya Natal
Libur semester 1

Tahun baru masehi
Mulai hari efektif semester genap
Tahun baru imlek
Maulid Nabi Muhammad SAW
Hari raya Nyepi
Ujian Nasional kelas IX
Wafatnya Isa Almasih
Ulangan tengah semester
Hari raya Waisak
Kenaikan Isa Almasih
Ulangan semester genap
Libur semester genap dan tahun ajaran baru













































BAB V
PENUTUP

                      Dengan telah selesainya penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
          (KTSP) Madrasah Tsanawiyah Negeri Juwet pada awal tahun pelajaran 2011/             2012 maka salah satu pedoman dan acuan dalam kegiatan belajar mengajar telah          dimiliki oleh MTsn Juwet.
                      Sangat  besar  harapan  kami,  semoga  Kurikulum Tingkat  Satuan  Pendidikan           (KTSP)         MTsN Juwet ini memenuhi syarat sehingga rencana kami mengem-           bangkan Madrasah dapat berhasil dengan baik. Kami juga sangat mengharap dukungan       dari semua pihak, khususnya guru, karyawan, maupun para siswa serta masyarakat    yang sebagian besar terwakili oleh orang tua siswa. Banyak bantuan yang sudah             diberikan kepada kami dari berbagai pihak. Oleh sebab itu kami mengucapkan banyak    terima kasih. Kepada pemerintah yang memberi kesempatan kepada kami untuk       menyusun  Kurikulum  Tingkat  Satuan  Pendidikan  (KTSP),  semoga  Kurikulum   Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Madrasah ini mampu menjadi sarana bagi           madrasah untuk ikut mencerdaskan generasi muda harapan bangsa.

                                                         
     Menyetujui                                                          Juwet, ……juli 2011

     Komite Madrasah                                                Kepala Madrasah


                                            SUKAMTO                                                        ZUBAIDI, M.Pd.I
NI                                                                                                                    NIP. 195802111998021001


Mengetahui
Kepala MAPENDA Provinsi Jawa Timur

……………………….
























0 komentar:

Poskan Komentar

 
`