Create your own banner at mybannermaker.com!
mudi falah hidha - kertosono - office MTsN Juwet kab. nganjuk

Sabtu, 07 April 2012


¡IMBUHAN ASING
¡ Imbuhan Asing
         Dalam pertumbuhan bahasa Indonesia, banyak imbuhan baru atau serapan dari bahasa daerah, terutama dari bahasa-bahasa asing. Imbuhan-imbuhan tersebut sangat produktif, lebih banyak tampil dalam surat kabar-surat kabar atau karya ilmiah.
¡Macam-macam Imbuhan Asing dan maknanya
 A.  Imbuhan asing dari bahasa Daerah
      (1) Awalan tak    =  tidak
           Contoh: tak sadar,tak aktif,tak sosial,dsb.
      (2) Awalan serba =  seluruhnya/semuanya
           Contoh: serba merah, serba susah,dsb.
      (3) Awalan tuna   =  kehilangan sesuatu,
                                    ketiadaan, cacad.
           Contoh: tuna karya, tuna wisma, tuna                   
                       susila, dsb.
      (4) Awalan antar  = sekitar (dari inter)
           Contoh: antar pulau, antar kota, antar        daerah, antar bangsa, dsb.               
¡
   B. Imbuhan asing dari bahasa Sanskerta
       1. Bentuk awalan sebagai berikut:
           Awalan maha = sangat/besar, pra =
           sebelum (= pre), swa  = sendiri, dan    
           dwi = dua, dsb., merupakan contoh-
           contoh awalan dari bahasa Sanskerta.
           Contoh:
           (a). Para mahasiswa sedang melakukan
                 penelitian di Gunung Merapi.
           (b). Zaman prasejarah manusia belum
                 mengenal tulisan.
¡
    (C)  Pembanguan pertanian bertujuan   
           menciptakan swasembada pangan.
    (d)  Kita harus terus menjaga agar
           dwiwarna selalu berkibar di bumi  
           nusantara.
           Selain itu dijumpai pula kata-kata
           bilangan lain: eka darma, trimurti,
           caturkarya, pancasila, dsb.
¡2. Bentuk akhiran dari bahasa Asing
a. Akhiran –wan, -man, -wati
    Akhiran –wan, -man, -wati berasal     
    dari bahasa Sanskerta. Akhiran
    tersebut menunjukkan jenis kelamin.
    Akhiran –wan, dan –man menyatakan
    jenis kelamin laki-laki,
    sedangkan –wati menunjukkan jenis
    kelamin wanita. Akhiran tersebut
    membentuk kata benda.
¡
   Makna akhiran –wan, -man, dan –wati
   adalah sebagai berikut:
   1. Menyatakan orang yang ahli
       Misalnya : ilmuwan, rohaniwan, dan
                       budayawan, sastrawan, dsb.
   2. Menyatakan orang yang mata   
       pencahariannya dalam bidang tertentu
       Misalnya : karyawan, wartawan, dan
                       industriwan 
   3. Orang yang memiliki sifat khusus
       Misalnya : hartawan dan dermawan
   4. Menyatakan jenis kelamin
      
¡
b. Akhiran –i, -wi, -iah, berfungsi
    membentuk kata sifat berasal dari
    Arab. Terdapat juga akhiran –in, dan
    –at yang berfungsi membentuk kata
    benda.
   
¡
Perhatikan contoh-contoh berikut:
    1. alami, badani, insani, hewani, artinya
        menyatakan ‘bersifat ….’
    2. duniawi, manusiawi, dan surgawi,
        artinya menyatakan ‘bersifat….’
    3. jasmaniah, ilmiah, harfiah, rohaniah,
        artinya ‘mempunyai sifat….’   

¡
¡
4. Muslimin, mukminin, hadirin, dan
    muktamirin merupakan penunjuk
    jamak tak tentu pria dan wanita.
5. muslimat, mukminat, mualimat,
    dan sebagainya merupakan bentuk
    penunjuk jamak untuk wanita.

c.Akhiran –er, -al, -ik, -if, -is, -isme,  
-isasi, -logi, dan –or.
Imbuhan asing tersebut berasal dari
bahasa Barat.
Perhatikan contoh-contoh berikut:
1. Tuti bekerja sebagai tenaga honorer
    di Bank Mandiri (bersifat honor)
2. Secara materiil, Tini tidak sebanding
    dengan Tuti (bersifat materi)
¡
  3.   Cerita Hang Tuah termasuk cerita   yang   heroik (bersifat hero atau kisah   kepahlawanan)
  4.   Kalau berbicara itu harus obyektif   (berdasarkan objek)
  5.   Indonesia menolak anggapan   Australia bahwa Indonesia tidak   selektif dalam mengimpor barang.   (berdasarkan seleksi)
¡
¡
6. Kolonialis Belanda menjajah Indonesia
    selama 350 tahun. (bersifat koloni)
7. Kita harus memiliki semangat
    nasionalisme. (bersifat nasional atau
    kebangsaan)
¡
8. Sudah lima tahun Budi Harsono
    memimpin organisasi sosial. (hal yang
    bersangkut paut dengan)
9. Bu Ida mengajar biologi di sekolah kami.
    (ilmu/pengetahuan tentang)
¡
¡
1.  Makna imbuhan – wan dalam  kalimat
  berikut yang menyatakan orang yang
  memiliki sifat adalah …
a.   Perusahaan itu maju pesat   berkat kerjasama antar   karyawan dan managernya
b.  Para sukarelawan siap dikirim ke   medan perang.
¡
c.    Peragawan itu mengenakan hasil     rancangan perancang mode   terkenal.
d.    Para usahawan mendambakan   terciptanya bidang keamanan.
¡
¡
Kunci : B
Pembahasan : 
Kalimat pada jawaban (a) terdapat kata
karyawan artinya orang yang….
Pada kalimat (b) terdapat kata sukarelawan
artinya orang yang bersifat….sedangkanpada
kalimat (c) terdapat kata peragawan artinya
orang memperagakan, dan pada kalimat (d)
terdapat kata usahawan artinya orang yang…. 
¡
¡
2.  Pemerintah melakukan tindakan
  nasionalisasi terhadap perusahaan
  perusahaan asing.
  Makna istilah nasionalisasi dalam kalimat
  tersebut adalah ….
  a.  proses menjadikan sesuatu menjadi milik    bangsa atau negara
  b.  hal menjadikan seseorang sebagai warga    negara
¡
c.    paham / ajaran mencintai   bangsa   dan negara sendiri. 
d.    kesadaran keanggotaan dalam   suatu negara
¡
¡
Kunci : A
Pembahasan :
Makna istilah dari kata nasionalisasi
pada kalimat tersebut adalah proses
menjadikan sesuatu menjadi milik
bangsa atau Negara.
¡
¡
3.  Kalimat yang menggunakan imbuhan asing yang salah adalah.....
  a.  Hani mendapat tugas membuat karya    ilmiah.
  b.  Upacara di Kuta Bali banyak dihadiri         rohaniwan.
  c.  Sekolah tidak dapat disamakan dengan    lembaga sosial.
  d.  Pak Harman mendapat tunjangan        struktural
¡
Kunci : C
Pembahasan : 
Jawaban (a) terdapat imbuhan asing –iah pada
kata ilmiah artinya bersifat….
Jawaban (b) terdapat imbuhan asing –wan pada
kata rohaniwan artinya orang yang ahli….
Sedangkan jawaban (c) terdapat kata sosial
bukan merupakan kata berimbuhan asing, dan
jawaban (d) terdapat kata berimbuah asing –al
pada kata struktural artinya bersifat….
¡
4.  Aspek politis dari LKMD terasa bagi
  stabilitas nasional. 
  Makna imbuhan -is pada kata yang
  bercetak miring adalah ….
  a.  perihal
  b.  bersifat 
  c.  aturan
  d.  proses
¡
Kunci : B
Pembahasan :
Makna kata berimbuhan asing untuk
kata politis pada kalimat tersebut
adalah bersifat....
¡
  5.   Di masyarakat industri, orang sudah   lama muak dengan polusi, daur ulang,   dan kampanye pelestarian lingkungan   yang tak henti-hentinya. Mereka ingin   menikmati kesegaran lingkungan yang   masih alamiah. Biro Wisata yang   sebelumnya mengiklankan wanita   budaya kini ada yang mengiklankan   wisata alam kepada wisatawan asing.
¡
Kata berimbuhan asing yang
dipergunakan dalam paragraf di atas
adalah ...
a.  industri, polusi
b.  kampanye, polusi
c.  alamiah, wisatawan
d.  pelestarian, alamiah
¡
Kunci : C
Pembahasan :
Alamiah dan wisatawan merupakan
kata-kata yang berimbuhan asing.
Pada kata alamiah terdapat imbuhan
asing –iah  artinya bersifat….,sedangkan
pada kata wisatawan terdapat imbuhan
asing –wan artinya orang yang….
 
¡
¡
6.  Binatang dan tumbuh-tumbuhan akan
  berkembang biak secara alamiah.
  Arti akhiran -iah pada kata alamiah
  dalam kalimat tersebut adalah ....
  a.  menyatakan jumlah
  b.  menyatakan sifat
  c.  menyatakan benda
  d.  menyatakan proses
¡
Kunci : B
Pembahasan :
Makna/arti imbuhan asing –iah pada
kata alamiah dalam kalimat tersebut
adalah menyatakan sifat
¡
7.  Dari kalimat-kalimat berikut, manakah
  kalimat-kalimat yang tidak menggunakan
  imbuhan asing ?
  a.  Anak itu mempunyai bakat alami.
  b.  Karyawan pabrik gula mengadakan
        unjuk rasa.
  c.  Program modernisasi desa telah lama 
        dimulai.
  d.  Paman dikabari bahwa kakek sedang
        sakit.
¡
Kunci : D
Pembahasan : 
Jawaban (a) terdapat imbuhan asing –i pada
kata alami artinya bersifat….
Jawaban (b) terdapat imbuhan asing –wan
pada kata karyawan artinya orang yang ….
Jawaban (c) terdapat kata imbuhan asing
–isasi pada kata modernisasi artinya
menyatakan proses….sedangkan jawaban
(d) pada kata dikabari bukan merupakan
kata berimbuhan asing.
¡
8.  Menurut saya, manusiawi, bila anak
  berusia lima belas tahun sudah tertarik
  kepada lawan jenis.
  Makna imbuhan -wi pada kata manusiawi adalah ....
  a.  berhubungan dengan
  b.  berkenaan dengan
  c.  bersifat
  d.  berdasar
¡
Kunci : B
Pembahasan :
Makna/arti imbuhan asing –wi pada
kata manusiawi dalam kalimat
tersebut adalah menyatakan sifat
atau bersifat.
¡
¡
9.  Sumpah tersebut bahkan dapat dianggap
  sebagai penjabaran nasionalisme. 
  Makna imbuhan -isme pada kata
  nasionalisme kalimat tersebut adalah .....
  a.  menyatakan faham
  b.  menyatakan proses
  c.  menandai kata sifat
  d.  pembentuk kata benda
¡
Kunci : A
Pembahasan :
Makna/arti imbuhan asing –isme pada
kata nasionalisme dalam kalimat
tersebut adalah menyatakan
faham/aliran.
¡
10.  Kalimat berikut yang menggunakan kata berimbuhan asing secara tepat adalah....
  a. Setiap siswa dituntut untuk selalu aktif 
       dalam belajar.
  b. Menurut kelompok umur usia 20 tahun
       disebut usia produktifitas.
  c. Sebagai rohaniawan ia selalu memberi   bimbingan kepada masyarakat.
  d. Kolonialisme Belanda menjajah Indinesia   selama 350 tahun.
¡
Kunci : A
Pembahasan :
Jawaban (a) terdapat kata berimbuhan-
-if yang tepat yaitu pada kata aktif.  
Jawaban (b) kata produktifitas kurang
tepat, seharusnya produktif.
Jawaban (c) kata rohaniawan  kurang
tepat, seharusnya rohaniwan.
Jawaban (d) kata kolonialisme kurang
tepat, seharusnya kolonialis.
¡

0 komentar:

Poskan Komentar

 
`