Create your own banner at mybannermaker.com!
mudi falah hidha - kertosono - office MTsN Juwet kab. nganjuk

Minggu, 08 April 2012

MAJAS PERBANDINGAN

MAJAS PERBANDINGAN

Majas Perbandingan

 

Majas atau gaya bahasa yang membandingkan dua hal berdasarkan persamaan sifatnya.

1.Cara tidak langsung ð dua hal itu dibandingkan dengan menggunakan kata keterangan perbandingan: umpama, seperti, ibarat, laksana, bak, bagai.
Cara tidak langsung ini disebut majas perumpamaan atau asosiasi
 
Contoh:
  1.
Mukanya pucat bagai mayat.
  2. Hatinya memang lembut
     
seperti sutera.
  3. Anak itu kebingungan seperti
     
rusa masuk kampung.
  4. Pendirian anak itu ibarat air
     
di atas daun talas.
5.Mereka bagaikan anak ayam kehilangan induknya.
6.Pengetahuan anak itu sangat
    picik seperti katak dalam tempurung.
7. Kedua orang itu sungguh serasi seperti api dengan asap.
8. Keadaan keluarganya seperti telur di ujung tanduk.
2. Cara langsung ð dua hal itu
    dibandingkan dengan tidak
    menggunakan kata-kata
    perbandingan seperti tersebut
    di atas.
    Perbandingan langsung ini 
    disebut metafora.
Contoh:
1.Jangan dekati buaya darat itu.
2.  Si jago merah telah melalap
     sebuah gedung mewah.
3.Pemuda adalah tulang punggung negara.
4.Semangatnya membaja untuk mencapai cita-cita.
 
5.Kuli tinta itu mengejar-ngejar tokoh reformasi.
6.Citra menjadi anak emas guruku.
7.Mahasiswa adalah motor penggerak reformasi.
8.Grup band Radja sedang naik daun.
3.Cara membandingkan antara benda tak bernyawa dengan benda bernyawa.
  Cara ini disebut personifikasi (pengorangan).
Contoh:
1.Kereta malam menjerit-jerit.
2.Padi merunduk, menghormat petani.
3.Ombak menuju pantai.
4.Bulan bersembunyi di balik awan.
5.Deretan pohon bambu mengalunkan lagu alam yang merdu.
6.O, angin sampaikanlah rasa rinduku kepadanya.
7.Mobilnya batuk-batuk sejak tadi padi.
8.Tatapan matanya menjeritkan penderitaan.
4. Alegori ð Gaya bahasa yang berupa cerita singkat yang mengandung kiasan.
  Gaya bahasa ini sering disebut majas metafora yang mengalami perluasan.
Contoh:
1.Setiap insan di dunia akan mengalami topan dan badai dalam kehidupan.
2.Saya ucapkan selamat mendayung bahtera hidup. Semoga kelak mencapai pulau kehidupan yang bahagia.
3. Bunga desa itu sedang berkembang.
    Banyak kumbang mengintainya. 
    Akan tetapi, bunga itu selalu 
    menjaga keasriannya.
4. Roda kehidupan manusia selalu berputar. Kadang berada di atas kadang di bawah. Oleh karena itulah, kita sebagai makhluk Allah harus pandai-pandai bersyukur.
5. Waspada dalam menempuh roda kehidupan. Banyak gelombang yang harus kau arungi dan tebing yang harus kau daki.
LATIHAN  SOAL
1.(1) Dari dahulu hubungan kedua orang itu      seperti air dengan minyak.
  (2) Saya adalah tumpuan harapan keluarga      saya.
  (3) Memberi nasihat kepadanya seperti      menyurat di atas air saja.
  (4) Mengapa pula kamu mau bergaul        dengan orang yang berkepala batu itu      sepanjang hari.

     Kalimat yang menggunakan majas perumpamaan terdapat pada nomor ….
a.(1), (2)
b.(1), (3)
c.(2), (3)
d.(1), (4)

 2. (1) Angin pagi mengelus tubuhku
          dengan mesranya.
  (2) Surat Adinda benar-benar
          mengobati hati Kakanda.
  (3) Kapten kesebelasan itu
          mendapat kartu merah.
  (4) Gadis cantik jelita itu
          merupakan kembang desa
          kami.

  Kalimat yang menggunakan majas metafora terdapat pada nomor ….
  a.  (1), (2)
  b.  (1), (3)
  c.  (3), (4)
  d.  (2), (3)

  3.  Kalimat bermajas personifikasi yang   tepat adalah …
  a.  Seruling merdu di kejauhan.
  b.  Aku sampai-sampai tak makan        memikirkanmu.
  c.  Mentari menyapaku di pagi hari.
  d.  Apalah artinya aku yang hina ini.

   4.  (1) Jika diumpamakan permata, pesona   pantai Nusa Penida bak mutiara yang   memantulkan cahaya putih kekuning-  kuningan. (2) Namun, jika diibaratkan   gadis, pesonanya laksana sosok perawan   kencur. (3) Kiasan tersebut sepintas   memang kedengarannya berlebihan. (4)   Namun, itulah sesungguhnya kata yang   paling tepat untuk menggambarkan   pesona alam Pantai Nusa Penida.
*
   Kalimat yang bermajas asosiasi dalam paragraf tersebut ditandai nomor…
  a.  (1), (2)
  b.  (1), (3)
  c.  (2), (3)
  d.  (3), (4)
  5.  Ibu pertiwi menyambut gembira dengan       ditandatanganinya   kesepakatan damai   itu.
  Kalimat yang menggunakan majas   sejenis dengan kalimat tersebut adalah
  a.  Jangan mudah percaya terhadap   omongannya karena dia seperti air   di daun talas.
  b.  Sawah dan ladang menanti tangan-  tangan kuat para petani.
  c.  Sebagai pelajar hendaknya sering   berkunjung ke perpustakaan karena   merupakan gudang ilmu.
  d.  Sudah beberapa kali Ita menjadi   bintang kelas.
6.  Kalimat yang bermajas alegori     adalah …
  a. Bapak harapkan kamu                                    waspada dalam menempuh roda       kehidupan ini. Banyak gelombang       yang harus kau arungi dan tebing    yang harus kau daki.
  b. O, angin sampaikanlah rasa rinduku    kepadanya.

  c.   Heran saya terhadapmu. Tidak   punya   pendirian yang tetap   seperti air di atas daun talas.
  d.  Selamat saya ucapkan kepadamu   karena kamu  terpilih
 
anak emas Ibu Fat.

0 komentar:

Poskan Komentar

 
`